Penyebab Gempa di Selatan Sukabumi Minggu Malam, Ini Penjelasan BMKG

Andi Mohammad Ikhbal
Ilustrasi pemodelan gempa milik BMKG. (Foto: Dok iNews).

SUKABUMI, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berkekuatan magnitudo 4,9 di selatan Sukabumi pada Minggu (28/7/2019) malam, merupakan gempa bumi dangkal. Terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut berkedalaman dangkal.

"Akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia," kata Triyono dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Senin (29/7/2019).

Menurut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan obliq naik (thrust- oblique).

Dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI. Kemudian di Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung, Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Update Gempa M 6,2 Guncang Karatung Sulut, Getaran Terasa hingga Tahuna

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 6,5 Guncang Melonguane Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Besar Magnitudo 6,5 Guncang Melonguane Sulut Sore Ini

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Labuan Bajo NTT, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Purworejo jadi Daerah Terlama Tanpa Hujan di Jawa Tengah, Ini Imbauan BMKG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal