INDRAMAYU, iNews.id – Penyidikan kasus kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang rombongan pengantar pengantin di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, terus bergulir.
Namun hngga saat ini, petugas belum menetapkan satu pun tersangka dalam insiden mengerikan yang terjadi pada Minggu siang tersebut. Petugas telah mengamankan dua sopir truk yang terlibat kecelakaan untuk dimintai keterangan intensif.
Keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang merenggut banyak korban jiwa ini terlihat dari diterjunkannya tim gabungan skala besar. Penyelidikan di lapangan kini dipimpin langsung oleh Satlantas Polres Indramayu bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat, serta Korlantas Mabes Polri.
Petugas kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) susulan dengan menggunakan teknologi pemindaian digital untuk menganalisis rekonstruksi sebelum, sesaat, dan setelah tabrakan terjadi secara presisi.
"Kami kembali melakukan olah TKP dengan melakukan analisa secara digital dan ilmiah guna mengetahui secara detail dan pasti penyebab kecelakaan," ujar Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Jimmy Manurung, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan maut ini melibatkan tiga unit kendaraan, yaitu satu mobil pikap (bak terbuka) dan dua unit truk, termasuk satu truk wing box.
Mobil pikap yang mengangkut belasan warga pengantar pengantin berniat melakukan putar balik (u-turn).
Dari arah belakang, truk wing box menghantam keras bagian belakang pikap hingga terpental jauh menyeberang ke jalur lawan.
Nahas, dari arah berlawanan meluncur truk lain yang langsung menyambar mobil pikap yang terpental tersebut, mengakibatkan belasan korban terpelanting ke aspal.