A menjadi salah satu pria yang diajak R dalam pembuatan video. Dalam salah satu produksi, A disebut menerima bayaran Rp1,8 juta dari R.
Penyidikan juga mengarah pada dugaan bahwa aktivitas R telah berlangsung lebih luas. Polisi menemukan indikasi R merekam konten serupa bersama sekitar 50 pria berbeda.
Video-video tersebut kemudian diduga ditawarkan melalui grup Telegram berbayar. Grup itu disebut memiliki sekitar 600 anggota dengan tarif keanggotaan sekitar Rp150.000.
Dari pengelolaan grup dan penjualan konten tersebut, penyidik memperkirakan R meraup keuntungan sekitar Rp90 juta hingga Rp100 juta. Polisi turut menyita sekitar 50 video yang tersimpan di handphone (HP) sebagai barang bukti.
Selain mendalami aktivitas pembuatan dan distribusi video, penyidik melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua tersangka dengan melibatkan tenaga medis.