PRA Luqman Zulkaedin Resmi Jadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan

Antara
PR Luqman Arief Zulkaedin (tengah) menyampaikan pidato pertamanya usai dinobatkan menjadi Sultan Sepuh XV di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (30/8/2020). (Foto Antara).

Dalam perjalanan tersebut, Kerajaan dan Kasultanan se-Nusantara turut serta mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam kaitan tersebut, pada tahun 1959, Gubernur Jawa Barat, atas nama Pemerintah Republik Indonesia memberikan surat yang menyatakan bahwa mengakui Keraton Kasepuhan sebagai lembaga adat dan tradisi secara turun temurun.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam menyikapi polemik yang terjadi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Dia menawarkan dua 'jurus' untuk menyelesaikan polemik tersebut.

Cara pertama adalah sebaiknya berpegang pada sila keempat, yaitu musyawarah mufakat. Karena negeri ini adalah negeri hukum.

"Sehingga bisa diselesaikan melalui koridor hukum," kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan tradisi harus tetap dihormati. Untuk itu dia datang ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang sudah berjalan selama ratusan tahun.

Terkait musyawarah dan gugatan hukum bisa dilakukan setelah adanya pengganti Sultan Sepuh XIV dan menegaskan Pemprov Jabar berkewajiban melindungi situs atau bangunan cagar budaya (BCB) dan tradisi yang ada sesuai dengan undang-undang.

Pada saat tradisi penobatan atau "jumenengan" ada pro-kontra dengan pengangkatan Sultan XV kepada PRA Luqman Zulkaedin. PRA Luqman Zulkaedin dianggap tidak memiliki hak untuk menduduki atau menjadi Sultan XV, karena bukan keturunan Sunan Gunung Jati.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

7 Tempat Wisata di Solo yang Lagi Hits, Nomor 3 Terdapat Meriam Kiai Pancawura

57 tahun lalu

Menjelajahi Keindahan Keraton Tamansari Jogja, Ada Masjid Bawah Tanah dan Danau Buatan

57 tahun lalu

Mengenal Keraton Gunung Kawi di Malang yang Kental dengan Mitos Pesugihan

57 tahun lalu

Kisah Perang Hebat di Tanah Sunda Bikin Kerajaan Galuh Terpecah Jadi 2

57 tahun lalu

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Jogja, Mitos atau Fakta?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal