Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro pun sampai mengapresiasi Dadang Buaya yang menyerahkan diri. Orang nomor satu di kepolisian Garut itu bahkan mengultimatum agar Dadang Buaya menyerah, jika ingin dihargai sebagai manusia.
"Terima kasih kamu mau berani mempertanggungjawabkan. Namun tetap kami akan proses secara hukum," kata AKBP Rio Wahyu Anggoro yang disambut anggukan Dadang Buaya.
Seruan Polisi yang dilayangkan kepada Dadang Buaya bukan kaleng-kaleng. Kapolres Garut sampai menurunkan perintah agar tim buru sergap spesialis penangkap penjahat top, Tim Sancang Polres Garut, untuk menggaruk Dadang Buaya jika dia tak kooperatif.
Instruksi langsung pun disampaikan kepada Kasat Reskrim Polres Garut AKP Deni Nurcahyadi dan pimpinan kepolisian setempat. "Jika perlu, saya yang akan memimpin penangkapan," ujar AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Kapolres Garut menuturkankan, informasi mengenai Dadang Buaya kembali bertingkah didapatnya beberapa jam setelah preman daerah selatan itu membacok dua orang di Jalan Miramareu, Kampung Cigodeg, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk pada Selasa (25/4/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.