Ratusan Ulama Meninggal selama Pandemi, Ini Catatan RMI PBNU untuk Pemerintah

Riezky Maulana
ilustrasi korban corona meninggal (istimewa)

PP RMI PBNU, ujar dia, melihat negara belum hadir secara optimal dalam penanganan Covid-18 di pesantren. Tiga indikatornya antara lain, pertama, tidak optimalnya koordinasi antardinas atau kementerian terkait penanganan Covid-19 di pesantren. 

Kedua, terbatasnya informasi dan edukasi tentang Covid-19 bagi pesantren, dan ketiga, komunikasi publik yang tidak berpihak kepada pesantren. "Terkhusus jika ada klaster pesantren dan di beberapa daerah pesantren sulit mengakses swab PCR test," ujarnya. 

Karena itu, Abdul Ghofarrrozin, pun meminta negara untuk hadir secara lebih serius dengan pola penanganan lebih terpadu. Kementerian Kesehatan diharapkan dapat menjadi lokomotif dengan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag), pemerintah daerah setempat, dan ulama. 

"RMI siap menjadi partner strategis terutama terkait koordinasi dan komunikasi dengan pesantren. Secara teknis, penanganan terpadu dapat diwujudkan dalam bentuk pembentukan team task force untuk penanganan Covid-19 di Pesantren mulai tingkat pusat sampai kabupaten atau kota," tutur Abdul Ghofarrozin.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
6 tahun lalu

207 Ulama Meninggal selama Pandemi Covid-19

2 bulan lalu

Pembahasan Aturan Pemilihan Ketum PBNU Buntu, Pleno Muktamar NU Diskors

2 bulan lalu

Peserta Muktamar NU Diduga Dipukuli karena Beda Dukungan, Kasus Dilaporkan ke Polisi

2 bulan lalu

Tak Capai Mufakat, Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU Ditentukan lewat Voting Malam Ini

4 bulan lalu

Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Siap All Out

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal