Pertama adalah penataan struktur organisasi agar mampu bergerak dengan gesit, manajemen sumberdaya insani sebagai aset, dengan pemanfaatan sistem informasi manajemen mengikuti best practices.
Kedua adalah peningkatan pendapatan melalui cara-cara yang kreatif dan bermartabat, untuk pendanaan upaya transformasi. Ketiga adalah adopsi pradigma Pendidikan 4.0. Perluasan pengalaman belajar sehingga lebih bordless, penguatan kemampuan critical thinking, complexity/non-linear thinking, inter-disciplinary thinking, independent learning dan collective learning.
Langkah keempat adalah penguatan ekosistem inovasi ITB, dengan pondasi budaya ilmiah yang unggul. Riset unggulan dipertajam dengan pendekatan lintas atau trans-disiplin. Kelima adalah manajemen perubahan. Dia menyampaikan, perubahan pejabat adalah dalam rangka kepentingan organisasi.
Pembenahan dan pemantapan organisasi juga dalam rangka penyelenggaraan amanah dan pelayanan yang lebih baik, serta menggulirkan kepemimpinan yang berkelanjutan. Dia mengucapkan apresiasi kepada pengurus ITB pada periode sebelumnya.
“Kami akan melanjutkan karya untuk ITB menjadi untaian mata rantai yang sinambung, progresif, dan harmonis,” katanya.