Adapun sebagai organisasi, lTB menurut Reini, harus senantiasa menjadi learning organization dan bersifat adaptif. Setelah seratus tahun berkontribusi gemilang, kini saatnya ITB memulai kembali, membangun kekuatan untuk menjawab tantangan perubahan, menyusun strategi transformasi untuk 100 tahun yang akan datang.
“Seperti telah saya sampaikan sebelumnya, sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan ITB 2020-2025 untuk mewujudkan ‘a Globally Respected and Locally Relevant University’, Pimpinan ITB telah menyusun Strategi Pencapaian Wujud ITB 2025,” katanya.
ITB juga perlu sistem monitoring-evaluation untuk mengukur capaian-capaian kemajuan, guna pembelajaran dan perbaikan tindakan-tindakan learning dan continuous improvement di ITB. Keseluruhan upaya perubahan atau transformasi tidak akan berhasil secara berarti tanpa disertai dengan endurance dan kerjasama yang kuat dan efektif.
“Seluruh jajaran Pimpinan ITB, khususnya Rektor dan para Wakil Rektor akan senantiasa menjaga kesamaan pemahaman akan visi, tujuan, dan strategi transformasi pada seluruh elemen dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.