Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan, Emil menyatakan, ADPMET berkomitmen membawa aspirasi dari daerah penghasil migas dan energi terbarukan agar mendapatkan hak adil yang akan kembali disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung.
"Saya ingin rakyat-rakyat di daerah penghasil energi ini (berpikir) ternyata bumi kita kaya dengan sumber daya energi, (sehingga) korelasinya dengan aspal jalan yang lebih panjang, lebih banyak, sekolah lebih baik," kata Emil.
Emil menekankan pentingnya penguatan sumber daya danusia (SDM). Dia berpendapat SDM di daerah penghasil migas tidak boleh hadir sebagai penonton, melainkan harus tampil sebagai subjek yang berdaya secara optimal melalui peningkatan capacity building, pendidikan, seminar dan transfer teknologi.
"Kami adalah subjek, kalau ada perusahaan besar dan global datang ke daerah, maka SDM-nya (harus) dari daerah itu juga," ujarnya.
Selain mendorong dari sisi pembangunan infrastruktur dan SDM, Kang Emil akan merumuskan regulasi yang mendukung kemajuan daerah penghasil migas juga melakukan pemetaan persiapan daerah untuk memenuhi target 23 persen bauran energi nasional yang dihasilkan oleh energi terbarukan.