Sadis, Dengan Senapan Mesin, Mantan Marinir Tembak Mati Ibu dan Bayi 3 Bulan

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi penembakan oleh mantan Marinir AS yang tewaskan empat orang, termasuk ibu dan bayi 3 bulan. (foto: ist)

Grady Judd menyatakan, pelaku Bryan Riley tidak memiliki hubungan apa pun dengan para korban. Bryan Riley adalah veteran perang AS di Irak dan Afghanistan. Dia pernah bekerja sebagai pengawal dan penjaga keamanan. 

"Kekasih pelaku yang mendampinginya selama empat tahun mengatakan kepada penyelidik bahwa, Riley menderita gangguan stres pascatrauma dan kadang-kadang depresi," ujar Grady Judd.

Sekitar seminggu lalu, tutur Grady, kesehatan mental pelaku memburuk dan dia memberi tahu sang pacar bahwa Riley mulai “berbicara dengan Tuhan”.

“Pada satu titik, dia (Riley) berkata kepada detektif kami, ‘Mereka (para korban) memohon untuk dibiarkan hidup, tapi saya tetap membunuh mereka’,” tutur Grady Judd.

Kepada petugas, kata Grady, pelaku Bryan Riley mengaku, kecanduan metamfetamin atau sabu. Pelaku pertama kali muncul secara acak di rumah tempat penembakan terjadi pada Sabtu (4/9/2021) malam. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
13 jam lalu

Anak Diduga Tewas Tertembak Senpi Suami Polisi, Ibu di Medan Histeris Minta Presiden Prabowo Usut Kejanggalan

3 hari lalu

Keji! KKB Tembak 10 Pekerja Jalan di Tolikara Papua, 5 Orang Tewas 5 Luka-Luka

9 hari lalu

Kesaksian Korban Penembakan Bentrokan di Bangkalan, Diserang Rombongan Pelaku 10 Mobil

10 hari lalu

Olah TKP Bentrokan di Bangkalan, Polisi Temukan Sejumlah Selongsong Peluru dan Sajam

10 hari lalu

Kronologi Bentrokan di Bangkalan, Berawal Teguran Parkir Mobil hingga Berujung Penembakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal