Seram, Rumah Hantu Sandekala di Bandung, Sensasi Berinteraksi dengan Mahluk Astral 

Arif Budianto
Rumah hantu Sandekala, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. (FOTO: ARIF BUDIANTO)

Rumah Hantu Sandekala ini adalah kisah rumah tua yang ceritanya melegenda di sebuah perkampungan kecil di daerah Jawa Barat. Dahulu kala rumah itu dihuni oleh keluarga keturunan sunda yang cukup terhormat di kampungnya. 

Pemilik rumah itu biasa dipanggil Nyai Sukma oleh orang sinden. Dia adalah seorang penari dan sinden terkenal, yang menghidupi dua anak lelakinya, Barna dan Bagja. Disaat dewasa, Barna hidup bahagia bersama istrinya, Ayara. Mereka memiliki orang anak. Anak satu-satunya bernama Ekal, dan 2 anak perempuan, si kembar yang bernama Rara dan Roro. 

Barna memiliki 1 orang adik bernama Bagja, yang merantau kerja di luar kota. Kedamaian rumah dan keluarga ini mendadak hancur dan menyimpan misteri. Nyai Sukma yang menua mulai depresi karena dia banyak kehilangan pekerjaan sindennya, tidak laku dan mulai ditinggalkan orang. Ego dan ambisi Nyai Sukma yang ingin membuktikan keberadaannya membuat dia melakukan pesugihan dan perjanjian terlarang dengan setan. 

Karir dan pekerjaannya kembali bersinar, namun dia harus menumbalkan salah satu anaknya. Mengetahui hal ini anak tertuanya murka, dan dia memutuskan untuk melawan dengan mempelajari den memuja hal-hal gaib. Dendam ini berimbas kepada ketentraman keluarga kecil sang bapak. 

Salah seorang pengunjung asal Lembang, Sarah mengaku, dia adalah penggemar Risa Saraswati atas karya karyanya. Hadirnya Rumah Hantu Sandekala ini juga membuatnya penasaran. Dia datang sepulang kerja untuk melihat secara langsung kisah dalam buku. 

"Penasaran aja sambil ingin tahu seperti apa seramnya para pemuja setan ini. Tapi saya yakin, konten Risa selama ini cukup bagus. Pasti enggak bakal kecewa, " katanya.

Dia mengaku senang Bandung masih bisa membuat wahana kreatif hiburan. Apalagi ini wujud dari buku karangan Risa. Dia berharap, Bandung bisa terus berkreasi dengan karya spektakuler.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap Ini Alasan Kades Kabandungan Sukabumi Gasak Dana Desa Ratusan Juta

57 tahun lalu

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Bandung Masih Mahal

57 tahun lalu

Berjalan di Rel, Pemuda Asal Bandung Tertabrak KA di Pekalongan

57 tahun lalu

10 Sapi Kurban di Kota Bandung Terindikasi Idap PMK, Dipasok dari Luar Kota

57 tahun lalu

Presiden Jokowi Longgarkan Prokes, Omzet Pedagang Masker di Bandung Merosot 50 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal