Ssst! Dulu Ada Kebun Kokain Seluas 200 Hektare di Citembong Cipeundeuy KBB, Ini Buktinya

Adi Haryanto
Wawan menunjukkan sisa fondasi bangunan pabrik kokain tak jauh dari perkebunan koka yang berdiri pada zaman penjajahan Belanda di Kampung Citembong, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, KBB, yang kini tinggal sejarah. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

Apalagi sejak 1970, Kecamatan Cipeundeuy termasuk Kampung Citembong terus berkembang menjadi salah satu tujuan hunian kaum urban. Sehingga sisa-sisa peninggalan perkebunan koka seluas sekitar 200 hektare semakin tenggelam. 

Wawan, mengatakan kakeknya berasal dari Garut sempat dipercaya menjabat sebagai mandor perkebunan dan pabrik kokain tersebut. Tepatnya di sekitar 1940-an, sempat dibangun sejumlah fasilitas pada masa kolonial Belanda sebagai sarana pendukung. Seperti rumah singgah dan lapangan untuk berkuda.

"Dulu di lokasi saung (gubuk) saya ini, ada bangunan bak mandi kuda dan di samping kiri pabrik kokain. Kalau sekarang semua bangunannya sudah hancur," ujar Wawan.

Kini, lahan bekas perkebunan koka itu sebagian besar dijadikan kebun untuk menanam berbagai jenis sayuran dan palawija. Warga menyebut area pabrik koka itu dengan nama 'Gedong Belanda'.  Meski sudah tidak ada tanaman koka, namun masih ada sedikit sisa-sisa reruntuhan bekas pondasi pabrik yang sudah ditutupi rumput liar.

Salah seorang pegiat sejarah dan aktivis lingkungan, David Riksa Buana mengatakan, dalam pemberitaan koran De Locomotief pada 19 Februari 1938 tertulis, ada kiriman pesanan kokain produksi Citembong ke Amerika. 

Selain itu tertulis juga pengerjaan Jembatan Gantung Bayabang di atas Sungai Citarum. "Jembatan itu panjangnya total 86 meter dan ditengarai sebagai akses untuk mengangkut kokain produksi Citembong, serta aktivitas pembelian teh dari penduduk untuk pabrik-pabrik di Cianjur," kata David Riksa Buana.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemda KBB Diminta Tidak Mundur sebagai Tuan Rumah Porprov XIV Jabar 2022

57 tahun lalu

Tebing 6 Meter Longsor, Rumah Warga di Ngamprah KBB Rusak Parah, Penghuni Selamat

57 tahun lalu

Pemerah Susu Sapi di Lembang KBB Meninggal gegara Terpeleset lalu Tertimpa Motor

57 tahun lalu

Pemda KBB Tunggu Salinan Putusan Mahkamah Agung Cabut Hak Politik Aa Umbara

57 tahun lalu

Warga Ngamprah KBB Tolak Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal