Terpapar Covid-19 tapi Tanpa Gejala, Warga Bandung Diimbau Tak Panik dan Jangan ke RS

Arif Budianto
Ilustrasi positif Covid-19. (Foto: Istimewa)

"Termasuk di puskesmas. Kami minta klinik-klinik (pelayanan penyakit ringan), kami kurangi lagi, dialihkan untuk pelayanan Covid-19," tutur Wakil Wali Kota.

Yana Mulyana kembali mengingatkan warga Kota Bandung untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, termasuk bersepeda. Karena saat ini pemerintah sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat selama 17 hari, mulai 3 hingga 20 Juli mendatang. 

Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin melonjak. "Karena sekali lagi, penyebaran Covid-19 itu terjadi karena mobilitas, transmisi antarmanusia. Kalau sekarang mobilitas berkurang, dengan inkubasi 14 hari, sampai 20 Juli harusnya rontok (berkurang kasus Covid-19)," ucap Yana.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Keluhkan Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut Bandung Tak Gratis

57 tahun lalu

Perbatasan Kota Bandung Disekat, Lalu Lintas Kendaraan Macet 5 Km

57 tahun lalu

Ambulans dan Truk Sembako Boleh Masuk Bandung, Mobil Pribadi dari Luar Kota Diputar Balik

57 tahun lalu

PPKM Darurat, Petugas Tutup 41 Ruas Jalan di Kota Bandung

57 tahun lalu

PPKM Darurat, Petugas Bubarkan Pasar Kaget di Punclut Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal