Tradisi Papajar Jelang Puasa di KBB Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Adi Haryanto
Tradisi makan bersama menjelang bulan Ramadan atau diistilahkan Papajar diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)


Papajar diketahui merupakan tradisi yang dilakukan rutin oleh masyarakat di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipendeuy, KBB dalam menyambut bulan suci Ramadan. Seiring semakin dekatnya bulan Ramadhan masyarakat di Desa Sirnagalih sudah bersiap akan melaksanakan tradisi tersebut. 

"Di Desa Sirnagalih rencananya Papajar akan dilaksanakan tanggal 18 Maret, sementara di tanggal 22 digelar di Desa Nyenang bertepatan dengan hari air sedunia," sebutnya. 

Dijelaskannya, mengenai tradisi Papajar jika mengacu kepada kata Pajajaran secara bahasa, yakni dari fajar yang menyinsing dari Bulan Ruwah ke Bulan Ramadan. Sehingga bisa diartikan menyongsong bulan puasa, karena itu disebut fajar dari linguistik bahasa yang sederhana.

"Keterangan orang-orang dulu mengartikan mulainya puasa itu dari terbitnya fajar dan terbenamnya matahari," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tradisi Nyorog Asal Betawi: Berawal dari Sesajen untuk Dewi Sri dan Berkembang Menjadi Ajang Silaturahmi

57 tahun lalu

Ziarah ke Makam Raja Kutai, Bupati Kukar: Tenggarong Punya Ruh Sejarah dan Budaya

57 tahun lalu

Hadiri World Public Relations Forum di Bali, Menkomdigi Promosikan Bhinneka Tunggal Ika

57 tahun lalu

Viral Sopir Bus Diam-Diam Bawa Penumpang Makan di Rumah Mertua saat Lebaran

57 tahun lalu

BOB Kenalkan Sumbu Filosofi kepada 73 Delegasi Asal Malaysia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal