10.000 Anak di Jateng Terdampak Pandemi Butuh Penanganan Jangka Pendek dan Panjang

Ahmad Antoni
Angkringan Hybrid bertema Menyelamatkan Masa Depan Anak Terdampak Pandemi Corona digelar Yayasan Akatara- Jurnalis Sahabat Anak (JSA) dan Unicef Indonesia di The Wujil Resort & Convention, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (22/9) sore. (foto: Ist)

Sementara itu, Sosialog Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr Tri Wuryaningsih melihat sinergi berbagai potensi masyarakat bakal menjadi kekuatan untuk menyelamatkan masa depan anak- anak yang terdampak pandemi Covid-19 tersebut.

Tidak hanya pemerintah dengan para pemangku kepentingannya, namun juga komponen masyarakat yang lain. Makanya sejak isu anak terdampak pandemi mengemuka, tidak hanya aparat kepolisian, berbagai kekuatan masyarakat mulai bergerak bersama untuk anak- anak terdampak pandemi tersebut.

Baik kekuatan lembaga filantrofi, lembaga sosial keagamaan, kekuatan organisasi kemasyarakatan dan lainnya pun mulai bergerak bersama.

“Maka yang tidak kalah penting, adalah mengelola kekuatan yang besar tersebut bisa sinergis, efektif, tidak tumpang tindih dan tidak overlapping dalam menyelamatkan masa depan anak terdampak pandemi Covid-19,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Terungkap! Ini Motif Pembunuhan Pemilik Toko HP Ambarawa, 2 Pelaku Ditangkap

11 hari lalu

Pabrik Triplek di Tengaran Semarang Terbakar, 10 Mobil Damkar Dikerahkan

14 hari lalu

Truk Boks Tak Kuat Menanjak Melaju Mundur Tabrak Bengkel di Semarang, 2 Orang Terluka

16 hari lalu

Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan

1 bulan lalu

Setahun Mozza Hilang, Sang Ayah Ungkap Pesan Haru Berharap Anaknya Pulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal