Kecelakaan tragis tersebut terjadi saat helikopter tengah melangsungkan prosedur pengambilan air laut (water bombing).
Dari total delapan personel yang berada di dalam helikopter, tiga prajurit dinyatakan gugur dalam tugas—termasuk Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Sedangkan lima personel lainnya dilaporkan selamat dan kini tengah mendapatkan penanganan medis intensif.