3.998 Desa Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Jateng Pasang 60 Alat EWS

Antara
Longsor yang menerjang Pasirpanjang, Salem, Brebes, Jateng pada Februari 2018 lalu menewaskan belasan orang. BPBD Jateng tahun ini memetakan ada 3.998 desa yang rawan longsor dan banjir. (Foto: Dok.iNews)

Sarwa menjelaskan pihaknya telah memasang puluhan alat peringatan dini (early warning system) untuk mengurangi risiko bencana dan jumlah korban.

"Kita sudah pasang 60 alat early warning system, untuk antisipasi tanah bergerak atau longsor," katanya.

Selain bencana banjir dan tanah longsor, Provinsi Jateng juga memiliki ancaman bencana tsunami yakni, di pesisir selatan yaitu Kabupaten Cilacap, Purworejo, Kebumen, dan Wonogiri.

"Sudah kita pastikan alat EWS (early warning system) dalam kondisi baik, kita punya sembilan digital video broadcast, tiga warning receiver system, dua sirine tsunami, enam pendeteksi gempa, dan tujuh sensor akselerograf," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan jumlah bencana alam di Jateng mengalami penurunan, dengan rincian pada 2017, terdapat 2.463 bencana, kemudian di 2018 menurun menjadi 1.734 bencana.

"2017 jumlah kerugian akibat bencana mencapai Rp87 miliar, sedangkan 2018 turun menjadi Rp47 miliar. Ini karena masyarakat makin paham mitigasi bencana," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Ambulans Bawa Pasien Terjebak Longsor di Mamuju

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal