7 Kerajaan Buddha Terbesar di Indonesia yang Berjaya di Masa Lampau

Ajeng Wirachmi
Kerajaan Buddha Terbesar di Indonesia, Situs Trowulan menjadi bukti kejayaan Kerajaan Majapahit. Foto: Tangkapan layar YouTube.

Selama berdiri, kerajaan ini sangat dekat dengan India dan China. Karena itu, Holing (bahasa China) juga disematkan sebagai nama kerajaan ini. Ratu Shima adalah pemimpin Kalingga yang paling terkenal. Shima dikenal sebagai sosok yang cantik, bijaksana, dan sangat dihormati rakyatnya. Ia memimpin Kerajaan Kalingga pada tahun 674 sampai 695 Masehi. 

Shima dengan tegas menerapkan hukuman potong tangan bagi masyarakat yang ketahuan mencuri. Bahkan, beberapa sumber menyatakan bahwa Shima tak segan memotong tangan anaknya sendiri karena kedapatan mencuri barang orang lain. Ketatnya peraturan yang berlaku di Kerajaan Kalingga menekankan bahwa kerajaan ini sangat menonjol dan semua elemen sangat menjujung tinggi aturan serta hukum yang diterapkan. 

5. Kerajaan Kediri

Kerajaan Buddha terbesar di Indonesia berikutnya ada Kerajaan Kediri dengan corak Hindu-Buddha yang berdiri di Jawa Timur pada abad ke-12. Melansir buku ‘Arsitektur Kuno Kerajaan-Kerajaan Kediri, Singasari & Majapahit di Jawa Timur Indonesia', kerajaan ini muncul pada tahun 1222 Masehi karena Raja Airlangga membagi kekuasannya menjadi dua bagian, yakni Jenggala atau Kahuripan dan Kediri yang juga dikenal dengan Panjalu.

Keduanya masih masuk dalam wilayah Mataram Kuno. awalnya, Kerajaan Jenggala masih jauh lebih baik dan menonjol jika dibandingkan dengan Kediri. Namun seiring berjalannya waktu, tidak ada informasi lagi mengenai persaingan keduanya, dan Kediri yang lebih banyak menjadi bahasan. 

Ada pun pusat kekuasaan Kerajaan Kediri berada di tepian Sungai Brantas yang saat itu merupakan jalur pelayaran ramai. Beberapa nama rajanya yang terkenal adalah Jayabaya, Prabu Sarwasera, Srengga Kertajaya, dan Kertajaya. Jayabaya, adalah Raja Kediri yang memerintah di tahun 1135 yang memiliki kemampuan untuk meramal. Contohnya ramalannya adalah keberadaan kereta yang berjalan tanpa kuda atau mobil, Jawa akan berkalung besi atau rel kereta api, dan perahu terbang di atas angkasa atau pesawat luar angkasa serta pesawat terbang. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: 10 Bencana Alam Paling Mematikan di Indonesia, Renggut Ribuan Jiwa

57 tahun lalu

Aceh Surati 2 Lembaga PBB, Minta Ikut Terlibat Pemulihan Pascabencana Banjir-Longsor

57 tahun lalu

Gelar Sholawat Kebangsaan, Menag: Indonesia Kuat karena Kerukunan Umat Terjaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal