2. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Buddha terbesar di Indonesia lainnya yang pernah berdiri di tanah Nusantara adalah Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya berkembang pada abad ke-2 sampai 7 Masehi dan didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayasana di tepi Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Kala itu, kepulauan Nusantara sangat ramai dikunjungi musafir asal India dan China.
Data yang diperoleh dari Jurnal Ketahanan Nasional (2006) bertajuk ‘Sriwijaya Kerajaan Maritim Terbesar Pertama di Nusantara’, Kerajaan Sriwijaya berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui penguatan lalu lintas perdagangan dan pelayaran di Selat Malaka. Sriwijaya juga dikenal sebagai negara maritim yang mampu mendominasi kegiatan perniagaan dan menjamin keamanan jalur pelayaran ke wilayahnya dari perompak.
Untuk dapat mencapai Kerajaan Sriwijaya, pelaut mesti melewati Pulau Bangka, terutama Bukit Menumbing yang dijadikan patokan atau tanda memasuki wilayah Sungai Musi. Salah satu raja terkenal dari kerajaan ini adalah Sri Maharaja Sangrama-Wijaya Tungga Warmadewa.
3. Kerajaan Sri Bangun
Kerajaan Buddha terbesar di Indonesia, Kerajaan Sri Bangun berdiri pada sekitar abad ke-10 di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di Sungai Mahakam. Sri Bangun adalah kerajaan Buddha kuno dan masuk dalam wilayah Kutai Kartanegara. Raja Qeva merupakan pemimpin Sri Bangun yang berasal dari keturunan Martadipura. Beberapa situs peninggalan Kerajaan Sri Bangun adalah patung Lembu Nandi, patung Singa Noleh, dan arca Buddha Pengembara.
4. Kerajaan Kalingga
Kerajaan Buddha di Indonesia selanjutnya adalah Kerajaan Kalingga atau Holing yang berada di Jepara, Jawa Tengah pada abad ke-6. Nama Kalingga diambil dari nama sebuah kerajaan di India selatan. Di Nusantara, Kerajaan Kalingga didirikan oleh Dapunta Syailendra, asal dinasti Syailendra.