Sementara itu, terdapat empat tiang utama yang menyanggah Masjid Agung Demak dan biasa disebut sebagai soko guru. Soko guru tersebut terbuat dari kayu jati.
Di masjid Agung Demak, terdapat pula pintu Bledeg yang dibuat oleh Ki Agung Selo pada 1466. Pintu tersebut dibuat dengan ukiran motif tumbuh-tumbuhan, suluran, jambangan mahkota, dan kepala bintang (naga) dengan mulut terbuka.
Selain memiliki bentuk yang indah, pintu ini juga diyakini mampu menahan petir. Pintu Bledeg termasuk prasasti Candra Sengkala yang bertuliskan Nogo Mulat Saliro Wani bermakna 1388 Saka atau 1466 Masehi.
Sudah menjadi hal yang lumrah apabila terdapat tempat wudhu di sebuah masjid. Hal itu juga bisa ditemukan di Masjid Agung Demak sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia.
Di sana, terdapat kolam wudhu atau biasa disebut Blumbang yang dulunya kerap digunakan oleh Wali Songo. Di tempat itu pula, sayembara untuk memilih sultan keempat di Kesultanan Demak Bintoro dilakukan.
Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di wilayah Kerajaan Demak. Ia meninggal dunia pada usia 131 tahun atau tepatnya di tahun 1680.