Anak SD di Grobogan Meninggal karena HIV/AIDS, Menyusul Ayah dan Ibunya

Manik Priyo Prabowo
Ilustrasi bocah SD di Grobogan, Jawa Tengah meninggal karena HIV/AIDS. (Foto: Antara)

"Ya saya sudah minta dan rayu ke cucu sebelum meninggal agar berolahraga, minum obat hingga makan banyak. Tapi anak-anak ya seperti itu lebih ngeyel," katanya.

Sementara menurut salah seorang pengidap ODHA, Yuli mengatakan ada ribuan pengidap ODHA di Kabupaten Grobogan. Namun banyak yang enggan terbuka dan bahkan menebus obat dari pemerintah. Tertutupnya pengidap ODHA berbahaya karena bisa menularkan virus melalui luka, darah dan atau hubungan badan.

Padahal baginya, sebagai penyandang ODA tidaklah berat jika masyarakat mengetahui kondisinya. Bahkan yang melaporkan diri sebagai pengidap ODHA dan menebus obat hanya ratusan orang.

"Enggak kalau saya (dihujat atau dikucilkan). Saya malah sering jadi narasumber dan saya rasa masyarakat peduli dengan orang seperti saya (penyandang ODHA)," ucap Yuli.

"Menurut saya tidak hanya itu (takut mengakui) tapi lebih utama adalah bagaimana mendongkrak kesadaran pengidap seperti kita ini menebus obat dan menjaga stabilitas tubuh," katanya lagi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 hari lalu

Anak Buang Puntung Rokok Picu Kebakaran Rumah, Ibu Tewas Terjebak Api di Grobogan

7 hari lalu

Tragis! Lansia 92 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Purworejo

8 hari lalu

Heboh Pernikahan Sultan di Grobogan, Maskawin Ekskavator hingga 2 Mobil Mewah

10 hari lalu

Tragis! 3 Anak Tenggelam di Sungai Serayu Banyumas, 2 Orang Tewas 1 Selamat

12 hari lalu

Identitas Mayat dalam Bagasi Mobil di Grobogan, Bos Konter HP Ambarawa yang Dirampok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal