Anak SD di Grobogan Meninggal karena HIV/AIDS, Menyusul Ayah dan Ibunya

Manik Priyo Prabowo
Ilustrasi bocah SD di Grobogan, Jawa Tengah meninggal karena HIV/AIDS. (Foto: Antara)

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dr Slamet menjelaskan ada kecenderungan pengidap ODHA lebih tertutup. Terutama menutup statusnya agar bisa diterima masyarakat. 

Kondisi itu justru berdampak psikologis pada pengidap ODHA untuk kesadaran konsumsi obat khusus dan berolahraga. Oleh sebab itu, melalui gerakan Puskesmas Keliling, dinkes mengharapkan para pelaku ODHA tetap tersentuh dan mendapatkan pelayanan terbaik.

"Jadi memang kecenderungan itu (takut) kepada masyarakat itu ada. Wajar karena mereka (pengidap ODHA) ini akan dikucilkan juga. Tapi yang terpenting jangan sampai menularkan ke masyarakat lain. Supaya bisa ditekan secara baik penyebaran virus mematikan yang belum ada obatnya ini," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kekeringan Landa 3 Daerah di Jateng, Lebih dari 20.000 KK Kekurangan Air Bersih

9 hari lalu

Santri di Grobogan Dianiaya 2 Kakak Kelas, Luka di Wajah dan Kepala hingga Masuk RS

10 hari lalu

Viral Perundungan Remaja Putri di Grobogan, Polisi Tetapkan 3 ABH

10 hari lalu

Bocah SD Tercebur ke Sumur Sedalam 30 Meter di Lebak, Dievakuasi dalam Kondisi Tewas

12 hari lalu

Kebakaran Lahan di Pinggir Tol Pejagan-Pemalang, Pengendara Diimbau Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal