Brobosan, Tradisi Berjalan di Bawah Keranda Jenazah Khas Masyarakat Jawa

Punta Dewa
Brobosan, Tradisi Berjalan di Bawah Keranda Jenazah. Prosesi brobosan saat pelepasan jenazah Adipati Mangkunegara IX di Pura Mangkunegaran sebelum menuju kompleks Pemakaman Raja Astana Girilayu Karanganyar. (foto: Antara)

Pelaksanaan

Berjalan di bawah keranda yang diangkat empat orang di masing-masing ujung dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. 

Tradisi brobosan ini dilakukan oleh anak cucu jenazah yang bersangkutan. Masing-masing dari mereka berjalan di bawah keranda jenazah sebanyak tiga kali.

Brobosan dimulai dari sebelah kanan jenazah, berbalik atau berputar ke depan dan masuk lagi dari sisi kanan. Ada Sebagian masyarakat yang meyakini semakin banyak melakukan tradisi brobosan maka semakin baik.

Selain dimaksudkan untuk menghormati sosok yang meninggal, brobosan juga juga diyakini masyarakat bisa menghadirkan tuah alias berkah bagi yang melakukannya.

Terlebih jika yang meninggal merupakan orang yang usianya panjang. Maka, anak cucu yang melakukan brobosan diyakini akan mewarisi berkah usia panjangnya. Jika sosok yang meninggal merupakan orang cerdas, maka ilmunya diyakini bisa diserap para anak cucu yang melakukan brobosan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Asal-usul Jangka Jayabaya, Berisi Ramalan Nusantara di Masa Depan

57 tahun lalu

Tradisi Sinoman, Kearifan Lokal Budaya Jawa yang Dijumpai saat Hajatan

57 tahun lalu

7 Pantangan Orang Jawa yang Tidak Boleh Dilanggar, Masih Dipercaya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal