Bupati Nonaktif Purbalingga Menyesal Terima Suap dan Gratifikasi

Antara
Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi saat mengenakan rompi tahanan KPK. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id – Bupati Nonaktif Purbalingga Tasdi yang menjadi terdakwa kasus korupsi mengaku menyesal karena telah menerima sejumlah uang suap dan gratifikasi selama menjabat sebagai orang nomor satu di kabupaten tersebut. Hal tersebut disampaikannya dalam sidang dengan agenda pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (23/1/2019).

Mantan Ketua PDIP Purbalingga itu juga meminta maaf kepada masyarakat Purbalingga yang telah memilihnya menjadi bupati.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat yang telah memilih saya, keluarga besar PDI Perjuangan,” kata Tasdi dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono.

Tasdi dalam pembelaannya membeberkan tentang 20 tahun dirinya berkarier di dunia politik melalui PDIP. Tasdi pernah menjabat sebagai ketua DPRD, wakil bupati, hingga akhirnya terpilih sebagai bupati Purbalingga.

Dia juga sudah tujuh kali memperoleh rekomendasi dari PDIP untuk maju dalam pemilu legislatif maupun kepala daerah. Selama masa itu juga, dirinya sering menerima uang yang ditujukan untuk kemenangan PDIP dalam pemilu maupun pilkada.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
16 hari lalu

Sekda Banyumas Ajukan Pengunduran Diri di Tengah Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Unsoed

18 hari lalu

KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Seorang Perempuan Turut Dibawa

18 hari lalu

KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Pegawai yang Hendak Pulang Dicek Barang Bawaannya

19 hari lalu

Minta Maaf Usai Ditahan KPK, Bupati Bolmut: Doakan Saya Fokus Jalani Proses Hukum

26 hari lalu

Anggota DPRD Muara Enim Hera Elyana Diperiksa KPK, Kasus Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal