Bupati Purbalingga Tasdi Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi

Antara
Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id – Bupati Nonaktif Purbalingga Tasdi didakwa menerima suap serta gratifikasi dari pengusaha serta bawahannya di pemerintah kabupaten tersebut, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (15/10/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Ketua DPD PDIP Kabupaten Purbalingga itu dengan dakwaan kumulatif. JPU Kresno Anto Wibowo mengatakan pada dakwaan pertama, Tasdi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut dia, terdakwa menerima suap Rp115 juta yang merupakan fee dari pelaksana proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap II. “Terdakwa menerima Rp115 juta dari total Rp500 juta yang dijanjikan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono ini.

Uang yang merupakan fee tersebut diberikan melalui Kepala Unit Layanan Pengadaan Hadi Iswanto dari pengusaha pelaksana proyek Islamic Center Purbalingga, Hamdani Kusen. Dalam dakwaannya, jaksa juga mengungkapkan istilah yang digunakan terdakwa dalam meminta sejumlah uang.

Saat bertemu dengan Hadi Iswanto dan Hamdani Kusen, terdakwa menyampaikan istilah “Mau Wayangan Nih”. Istilah tersebut diterjemahkan Hadi Iswanto dengan maksud meminta sejumlah uang.

Sementara pada dakwaan kedua, terdakwa didakwa menerima gratifikasi berupa sejumlah uang dari pengusaha serta bawahannya. Total gratifikasi yang diterima terdakwa sebesar Rp1,465 miliar dan 20.000 Dolar AS. Gratifikasi yang diterima oleh terdakwa antara lain berasal dari sejumlah kepala dinas, asisten, serta sekda.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa menyatakan tidak akan mengajukan tanggapan. Hakim menyatakan sidang selanjutnya akan langsung dilaksanakan pemeriksaan saksi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
16 hari lalu

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Kena OTT KPK, Pemkab Pastikan Pelayanan Tetap Normal

21 hari lalu

Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,8 Miliar, Ini Alasan Fadia Arafiq Tak Ajukan Eksepsi

22 hari lalu

KPK Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Sejumlah Ruang Kerja Diperiksa

23 hari lalu

Bupati Penajam Paser Utara Dipanggil KPK terkait Kasus Rita Widyasari

30 hari lalu

KPK Bawa 3 Koper Dokumen Penting dari Penggeledahan Kantor Bupati Sukoharjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal