Desa Sriwulan, Saksi Sejarah Pertempuran Sengit Pejuang Demak Usir Tentara Belanda

Sukmawijaya
Monumen Tugu Monumen Pahlawan, saksi sejarah melawan Belanda di Desa Sriwulan perbatasan Demak-Semarang. (iNews/Sukmawijaya)

“Aku zaman semono (dahulu) isih latihan. Angkatan perang ki koyo (seperti) kota (Kota Semarang) gampangane,” kata Mbah Jumani, Selasa (9/11/2021). 

Guna memeringati peristiwa tersebut, pada tahun 1974 permerintah mendirikan tugu monumen pahlawan. Tugu berupa simbol patung seorang pejuang membawa senjata, tepat menghadap arah Semarang. Patung itu tampak sedang menghadang Belanda yang akan masuk dari arah Semarang.

Hebatnya peperangan rakyat Demak melawan Belanda di Desa Sriwulan yang menjadi kawasan perbatasan Semarang-Demak menjadi catatan sejarah bagi warga setempat.

Bagaimana ribuan jiwa melayang demi merebut kemerdekaan bangsa ini. Tidak ada harapan yang bisa terpatri, mereka yang gugur hanya berharap anak-cucunya merdeka tanpa ada penindasan seperti di zamannya.

“Menurut cerita ibu saya waktu itu masih kecil barangkali, itu diajak mengungsi ke daerah Karangtengah terus rumah-rumah dibakar hingga meletus peperangan,” kata Kepala Desa Sriwulan, Zamroni.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
17 hari lalu

Isak Tangis Sambut Jenazah Sri Lestari Korban Pembunuhan Sadis di Demak

17 hari lalu

Kasus Mayat Perempuan Dibakar di Demak, Keluarga Minta Pembunuhnya Dihukum Berat

17 hari lalu

Adik Sri Lestari Tak Menyangka Jasad Terbakar di Pos Ronda Demak Ternyata Kakaknya

17 hari lalu

Misteri Mayat Perempuan Terbakar di Pos Ronda Demak Terungkap, Pembunuh Ditangkap

2 bulan lalu

Remaja Perempuan asal Sukabumi Hilang Sepekan, Ditemukan Selamat di Demak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal