Dieng Kembali Membeku, Suhu Minus 3 Derajat Celsius

Ahmad Antoni
Tanaman di dataran tinggi Dieng diselimuti embus es, Kamis (27/7/2023) pagi. (foto IG @mountnesia)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ini berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai partikel presipatasi di atmosfer. Embun beku merupakan fenomena munculnya butiran es di permukaan. Alih-alih embun beku, masyarakat lebih mengenal fenomena tersebut sebagai embun upas.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno, secara klimatologis, embun upas bisa terjadi karena disebabkan tekanan udara pada periode Juni-Juli-Agustus (JJA) lebih tinggi di Benua Australia (tekanan tinggi) dibandingkan Benua Asia (tekanan rendah). 

Angin yang berhembus dari Australia menuju Asia melewati Indonesia umumnya menandai dimulainya periode musim kemarau seiring dengan aktifnya monsun Australia.

“Pada musim kemarau, tutupan awan sangat minimum, sehingga tidak heran jika pada siang hari, matahari akan terasa sangat terik diiringi dengan peningkatan suhu udara,” kata Sutikno.

“Hal tersebut karena tidak ada objek di langit yang menghalau sinar matahari, sehingga penyinaran matahari yang merupakan gelombang pendek menjadi maksimum pada siang hari. Sama halnya dengan siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan,” jelasnya. 

Namun demikian menurutnya, fenomena ini bukanlah kejadian luar biasa dan umumnya terjadi di musim kemarau pada bulan Juni sampai September.

“Terkadang, fenomena ini juga terjadi pada bulan Mei, namun mulai intens dan sering diamati mulai bulan Juni dan puncaknya di bulan Agustus,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 3,4 Guncang Jembrana Bali, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Hari ini Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,8 Guncang Nias Utara, Warga Rasakan Getaran Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal