Disbudpar Semarang Gandeng Tim Ahli dan Kemendikbud Data Ulang Bangunan Bersejarah

Antara
Wisatawan saat menikmati Kota Lama meski tergenang banjir. (Ahmad Antoni)

"Selama ini kita kesulitan mengumpulkan data atau manuskrip sejarah karena kebanyakan ada di Belanda. Kita gandeng Kemendikbud, mungkin sistemnya kerja sama dengan Museum Leiden untuk menggali data ataupun dokumen tentang Kota Semarang," katanya.

Dengan manuskrip ataupun data dari Belanda, kata dia, tentunya akan memudahkan segi penataan bangunan cagar budaya, apalagi Kota Semarang dulunya dikenal dengan Little Netherland semasa kolonial.

Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah berupaya melakukan revitalisasi kawasan Semarang Lama, meliputi Kota Lama, dan Kampung Melayu. Ke depan, direncanakan akan merambah ke Pecinan dan Pekojan.

Dari sejarah, Kampung Melayu sudah ada sejak abad 17 dan memiliki berbagai bangunan cagar budaya, seperti Masjid Layur, serta beberapa rumah tempo dulu yang ada di sekitar masjid.

Kementerian PUPR telah menganggarkan Rp30 miliar untuk revitalisasi sebagai lanjutan Kota Lama, apalagi Kampung Melayu pada jamannya dulu merupakan wilayah yang penting, selain Kota Lama, Pecinan dan Pekojan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
8 hari lalu

Ketua KONI Jateng Dukung Polisi Usut Kematian Atlet Pencak Silat di Ajang Porprov

9 hari lalu

Tersinggung Diklakson, Pemotor di Semarang Pukul Pengemudi Mobil hingga Dahi Robek

9 hari lalu

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal usai Laga di Porprov Jateng

14 hari lalu

Polisi Tangkap Sejumlah Orang saat Aksi Demo Mahasiswa di Simpang Lima Semarang

16 hari lalu

Polda Gorontalo Geledah Kantor Wali Kota, 2 Boks Dokumen Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal