Dokter Muda Undip Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Buku Harian Korban Curhat Dibully

Eka Setiawan
Ilustrasi dokter PPDS Undip diduga bunuh diri karena beban kerja dan bullying. (Foto: Ist)

Menurutnya, korban ARL ditemukan meninggal dalam kamar kos yang terkunci dari dalam. Kronologi kejadian bermula dari kecurigaan kekasihnya lantaran berulang kali menelepon korban namun tidak ada respons.

Kekasih korban kemudian meminta tolong temannya yang ada di Semarang untuk mengecek kos korban lainnya di wilayah Tembalang, namun kondisinya kosong. Akhirnya di kos Lempongsari itu, kekasihnya bersama ibu kos mencoba membuka pintu kos dengan kunci cadangan tapi gagal. Setelah itu dipanggil ahli kunci sehingga pintu kamar kos bisa terbuka dan ditemukan korban sudah meninggal dunia.  

“Saat ditemukan wajahnya biru-biru sedikit sama pahanya, seperti orang tidur, posisi miring,” ucapnya.

Hasil olah TKP melibatkan dokter, penyebab kematiannya diduga karena obat penenang yang disuntikkan sendiri pada tubuh korban.

“Saya nggak bisa ngomong (menyimpulkan), yang menjelaskan dokter. Keterangannya itu obat pelemas otot tapi seharusnya lewat infus,” katanya.

Setelah ditemukan meninggal, kedua orang tua korban datang ke Semarang dan mengambil jenazahnya. Namun jenazah tidak dilakukan autopsi.

Kabar meninggalnya korban juga membawa duka bagi RSUD Kardinah Kota Tegal. Sebab sehari-hari korban juga bertugas di sana. Bahkan kejadian dugaan bunuh diri dokter muda ini viral di media sosial yang menyebutkan karena menjadi korban perundungan atau bulllying.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Tepi Jalan Sampit, Diduga Terlindas Truk

57 tahun lalu

Viral Video Perundungan Siswi SMP di Gowa, Korban Dijambak dan Dipukul

57 tahun lalu

Terungkap! Penyebab Kematian Kades Buncitan Sidoarjo Murni Bunuh Diri, Ini Motifnya

57 tahun lalu

Tamtama TNI AL di Bangkalan Meninggal Tak Wajar, Keluarga Tolak Disebut Bunuh Diri

57 tahun lalu

Viral Kematian dr Myta Aprilia Azmy, IKA FK Unsri Sebut Ada Beban Kerja Tak Manusiawi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal