Dosen Bersama Mahasiswa Polines Jateng Ciptakan Alat Deteksi Banjir dan Longsor

iNews
Dosen dan mahasiswa Polines, Jateng menciptakan alat pendeteksi dini bencana banjir dan longsor. (Foto: iNews).

Ketika ikatan tanah melemah, sensor akan mengukur kemiringan dan pergeseran tanah yang berpotensi menimbulkan longsor. Semua data deteksi dikirim ke website sehingga bisa dipantau secara langsung.  

"Alatnya kita beri nama SMOLL. Alat menotornya nanti dipasang di daerah yang rawan longsor di lereng, tanah yang labil. Nanti alat ini akan mengirim datanya menggunakan wifi, jadi kita bisa monitor lewat website," ujar Roni Aprianto, Dosen D3 Teknik Telekomunikasi Elektro Unnes, Rabu (19/11/2025).

Dengan adanya teknologi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh peringatan dini saat musim penghujan. Kehadiran SMOLL diharapkan mampu mengurangi kerugian materiil dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat banjir maupun longsor.  

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

26 Korban Longsor Banjarnegara Belum Ditemukan, 7 Alat Berat dan Anjing Pelacak Dikerahkan

57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Semarang Geger! Dosen Polines Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Tembalang

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal