"Rumah tiba-tiba ambruk sempat disaksikan sopir suaminya, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu," ujar Niken dikutip dari iNews Semarang, Selasa (8/9/2026).
Akibat kejadian itu, area tersebut kini tidak lagi dapat digunakan. Bagian rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi bangunan terbuka tanpa atap.
Selain garasi, kerusakan juga terjadi pada bagian dalam rumah. Retakan pada dinding semakin melebar sehingga membuat keluarga khawatir, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut membuat keluarga tidak lagi merasa nyaman menempati rumah tersebut.
Keluarga mengaku telah menempuh berbagai upaya penyelesaian, termasuk melakukan mediasi sebanyak tujuh kali dengan pemilik rumah berinisial BS.
Namun, menurut Niken, pemilik rumah yang merupakan pengusaha di Kalimantan hanya hadir satu kali dalam proses mediasi. Pertemuan lainnya hanya diwakili.