Fenomena Trilingual di Media Sosial, Begini Tanggapan Pakar Bahasa UNS

Ary Wahyu Wibowo
Pakar bahasa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr Muhammad Rohmadi. Foto: Ist.

“Merusak dan tidak itu bergantung konteks pemakainya. Kalau pemakai melihat konteksnya, pemakai tidak akan menggunakan itu kalau konteksnya formal. Sering kali mereka menggunakan multilingual di konteks nonformal,” ujarnya. 

“Maka dari itu, pemakai bahasa ini harus empan papan lan panggonan (menempatkan diri sesuai tempatnya), dan bersikap dewasa dalam berbahasa. Kedewasaan itu diukur dari apa yang mereka pikirkan kemudian menjadi apa yang mereka katakan. Apa yang mereka katakan itu menjadi tindakan. Tindakan-tindakan itu menjadi kebiasaan dan kebiasaan akan menjadi karakter,” ucapnya. 

Ketua Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (Adobsi) ini berpesan supaya para penutur multibahasa dapat menerapkan kedewasaan berbahasa. Kedewasaan dapat dilihat dari bagaimana seseorang menggunakan bahasa sesuai dengan situasi yang sedang berlangsung.

“Kedewasaan berbahasa itu terbangun secara situasional. Kedewasaan itu bergantung lawan tuturnya siapa, situasinya seperti apa, dan orientasinya apa,” katanya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
23 hari lalu

Demi Konten, Nyawa Jadi Taruhan: Fenomena Kasus Tawuran Siswa hingga Aksi Terjun ke Sungai

4 hari lalu

Viral Siswa SMP Alexandria School Bekasi Luka Parah Diduga Korban Bullying

12 hari lalu

Viral Pengemudi Dikepung Massa hingga Mobil Dirusak di Sarolangun, Ternyata Ini Awal Masalahnya

14 hari lalu

Heboh Flyer Mami Hiburan Malam Berseragam Polwan di Surabaya, 3 Karyawan Diperiksa

18 hari lalu

Sebar Video Asusila Siswi SMP, Pemuda Pelalawan Terancam Hukuman 15 Tahun Bui

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal