Fenomena multibahasa di Indonesia, bisa dikatakan lumrah. Sebab berdasarkan survei yang dilakukan laman SwiftKey, Indonesia merupakan negara yang memilili penutur tribahasa terbesar di dunia. Indonesia unggul di atas Israel dan Spanyol yang berturut-turut menempati posisi kedua dan ketiga.
Penggunaan multibahasa ini, menandakan bahwa penuturnya memiliki banyak wawasan sehingga berusaha untuk mengolaborasikan, mengkreasikan, dan menginovasikan bahasa yang ia kuasai.
Rohmadi mengatakan, bahwa banyak faktor yang menyebabkan masyarakat Indonesia merupakan penutur tribahasa atau multibahasa. Faktor pertemuan budaya dan perkembangan teknologi disebut paling dominan mengakibatkan fenomena ini.
“Trilingual ini bisa terjadi akibat pertemuan budaya dari berbagai wilayah dan perkembangan teknologi. Dengan perkembangan teknologi itu, kita sekali ketuk bisa masuk ke semua lini. Kita tidak bisa bahasa apa pun tinggal buka google bisa tahu artinya,” ujar dosen Sosiopragmatik di S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS tersebut.
Dengan menguasai beberapa bahasa, penutur sering kali mencampur bahasa yang mereka kuasai saat berbicara atau menulis. Meski dikhawatirkan dapat merusak bahasa, Rohmadi menjelaskan hal itu harus dikembalikan lagi ke konteks pemakainya.