Harga Cabai di Salatiga Meroket, Diduga akibat Curah Hujan Tinggi

Angga Rosa
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Blauran, Salatiga saat melayani pembeli, Senin (30/5/2022). Foto: Ist.

"Curah hujan tinggi dan hama lalat buah mengakibatkan tanaman cabai rusak, sehingga petani banyak yang gagal panen. Akibatnya harga jadi naik," ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikkan harga cabai tidak hanya dikeluhkan oleh pembeli. Pedagang juga mengeluh karena omzet turun dan potensi kerugian bertambah. 

Untuk menekan kerugian, pedagang memilah cabai yang mulai membusuk untuk dijual lagi dengan harga Rp25.000 per kilogram. 

"Sekarang cabai yang mulai membusuk saya kumpulkan untuk dijual lagi. Ini untuk menekan kerugian," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
31 hari lalu

Jurnalis Diminta Utamakan Perspektif Korban saat Liput Kasus Kekerasan Berbasis Gender

3 bulan lalu

Ban Selip, Truk Boks Terguling di Jalan Lingkar Selatan Salatiga

3 bulan lalu

Kecelakaan Pemotor Berboncengan Tabrak Pohon di Salatiga, 1 Orang Tewas

4 bulan lalu

Kecelakaan di Tol Bawen–Salatiga, Innova Ringsek Hantam Belakang Truk

4 bulan lalu

Tawuran Maut Antargeng di Salatiga Gunakan Air Keras dan Sajam, 1 Orang Tewas 3 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal