Heboh Surat Kejagung Setop Kumpulkan Data MBG, Kejati Jateng: Kami Cek Dulu

iNews TV
Kasipenkum Kejati Jateng Arfan Triono saat memberikan keterangan. (Foto: MPI/Eka Setiawan)

SEMARANG, iNews.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengaku belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait perintah penghentian pengumpulan data dan keterangan permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun demikian, surat edaran tersebut kini telah terlanjur bocor dan tersebar luas ke publik.

Surat yang dikeluarkan tertanggal 10 Juli 2026 dengan kop resmi Kejaksaan Agung tersebut berisi tentang instruksi penghentian pengumpulan data dan keterangan terkait permasalahan program strategis nasional tersebut. 

Dengan terbitnya surat edaran baru ini, maka surat edaran terdahulu yang dikeluarkan pada 15 Juni 2026 mengenai perintah menginventarisasi permasalahan program MBG secara otomatis dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. 

Menanggapi ramainya desas-desus surat edaran yang beredar luas di tengah masyarakat, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jawa Tengah, Arfan Triono, angkat bicara. Arfan menyatakan bahwa secara administratif, surat edaran tersebut belum masuk ke mejanya.

Untuk memastikan keabsahan dokumen yang beredar, pihak Kejati Jateng akan segera melakukan koordinasi internal secara intensif.

"Surat edaran tersebut secara resmi belum masuk ke tempat kami. Karena itu, kami akan segera melakukan kroscek dan berkoordinasi langsung dengan pihak Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng," jelas Arfan Triono saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026). 

Arfan juga menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti total jumlah Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Jawa Tengah yang sudah telanjur didata berdasarkan surat perintah inventarisasi yang dikeluarkan sebelumnya. 

Di tengah ketidakpastian administratif terkait surat edaran tersebut, situasi di depan Kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, sempat memanas pada Selasa sore.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Kejagung Perintahkan Seluruh Kejati Setop Kumpulkan Data MBG, Ada Apa?

3 bulan lalu

Kejagung Ungkap Alasan Penghentian Penyelidikan dan Pendataan Program MBG di Seluruh Kejati Termasuk Milik Polri

4 hari lalu

BGN Buka Suara soal Temuan Mayat Terborgol di Kendal, TKP Bukan Gedung SPPG

7 hari lalu

Mantan Kepala BP2P Sulawesi III Ditahan dalam Kasus Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif

27 hari lalu

Geledah Kantor Gakkum KLHK, Kejati Papua Barat Usut Dugaan Korupsi Anggaran Rp50 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal