Afia menekankan perlu adanya dukungan oleh orang tua, terutama dalam memberikan motivasi. Tujuannya adalah agar anak tetap memiliki kepercayaan diri dan makin bersemangat dalam menjalankan proses seleksi.
Dukungan dapat diberikan dengan menjalin komunikasi yang intensif. Baiknya, komunikasi intensif ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum proses seleksi. Misalnya mendiskusikan proses, persiapan, bahkan kegalauan yang sedang dirasakan oleh anak.
“Upayakan komunikasi yang dilakukan tidak menekan, tidak membuat stres. Orang tua itu sebaiknya memberikan kesempatan bagi anak untuk menyampaikan keinginannya atau kegalauannya,” katanya.
Lebih lanjut Afia menjelaskan, tugas orang tua adalah memberikan alternatif solusi untuk permasalahan yang dihadapi anak atas kebingungannya. Orang tua perlu menghindari perilaku menilai secara buruk keinginan anak terkait prodi pilihannya.
Terkait hal ini, orang tua dapat memberikan pandangan mengenai masing-masing prodi pilihan anak. Pandangan dapat mencakupi kelebihan dan kekurangan atas pilihan anak tersebut.