Ditemui di rumahnya, Awang masih sangat ingat peristiwa sepak bola gajah yang memalukan tersebut. Kostum PSS dengan nomor punggung 44 yang dipakai saat pertandingan tersebut masih tersimpan rapi.
Dengan mata berkaca-kaca, Awank mengaku sejak awal pertandingan antara PSS dan PSIS tidak berjalan fair play, bahkan managemen PSS meminta kepada seluruh pemainnya agar tidak menang melawan PSIS.
“Klimaksnya beberapa pemain melakukan gol bunuh diri termasuk saya. Waktu itu, semua pemain diminta mengalah,” katanya, Jumat (11/1/2019).
Atas kasus tersebut awank dijatuhi hukuman seumur hidup dilarang bermain sepak bola profesional oleh PSSI. Kini, setelah empat tahun berlalu, Awank meminta agar PSSI mencabut hukuman tersebut karena dianggap sangat membenani moral dirinya dan keluarga. Apalagi, pelatih PSS saat itu yang juga dapat vonis sudah bebas. “Anak saya yang masih SD sering diolok-olok temannya karena kasus tersebut,” ucapnya.
Awank mengaku siap kembali dipanggil PSSI ataupun Satgas Anti-Mafia Bola Mabes Polri untuk mengklarifikasi sepak gola gajah antara PSS dan PSIS.
Pemain yang pernah merumput bersama Persitema Temanggung tersebut juga mengaku tidak pernah menerima uang suap sepeser pun dalam pertandingan tersebut.