"Ya pastinya ini satu-satunya akses menggunakan perahu. Kalau lewat yang lain itu pasti arusnya cukup deras," ujarnya, Senin (27/1/2020).
Dari pengamatan, beberapa jalan beton yang nyaris roboh disanggah tiang bambu. Abrasi telah merusak hampir 80 persen akses jalan setempat.
BACA JUGA: Pedagang Kelelawar di Solo Tak Khawatir Isu Virus Korona
Sementara itu, saat sidak Ketua DPRD Demak Sri Fahrudin Bisri Slamet mengaku pihaknya telah meminta dinas pekerjaan umum untuk membangun jembatan darurat sebagai akses warga.
Menurutnya untuk sebagian jalan yang rusak, masih bisa menggunakan anggaran daerah. Namun kondisi jalan masih terancam abrasi selama di pesisir pantai utara Jawa tidak ada sabuk pantai.
"Kami tadi sudah telpon kepala PU dan sudah oke untuk membangun jembatan darutan. Ini yang menjadi prioritas kita dulu," kata Sri.
Rencananya dalam dua minggu, pemerintah daerah akan membangunkan jembatan darurat sepanjang 40 meter. Karena sifatnya darurat, jembatan akan dibangun dengan konstruksi kayu dan alat pelampung.