Kasus Antraks Merebak, Penjualan Daging Sapi di Bantul Menurun

Kuntadi
Penjualan daging sapi di Bantul menurun dampak merebaknya kasus antraks di Gunungkidul. (Foto: Dok.iNews.id)

BANTUL, iNews.id – Kasus antraks di Gunungkidul yang sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa berdampak terhadap menurunnya penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Bantul.

Para pembeli kini lebih memilih membeli daging ayam atau ikan ketimbang daging sapi maupun kambing karena takut tertular penyakit antraks.

Pedagang daging, Lilik mengatakan, sejak merebak isu sapi positif antraks penjualan daging sapi menurun. “ Meski tidak drastis, penjualan tidak sebesar dulu. Mungkin konsumen takut dan memilih membeli ayam atau ikan,” katanya, Selasa (21/1/2020).  

Sementara itu, Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan dan Polres Bantul terus mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan daging sapi di beberapa pasar tradisional untuk mengantisipasi penyakit antraks.

“Kita lakukan pemeriksaan dan mengambil sampel untuk diuji laboratorium untuk memastikan bebas dari antraks,” kata Kepada Bidang, Kesehatan Hewan, DPPKP Pemkab Bantul, Joko Waluyo di sela-sela memantau daging sapi di Pasar Bantul.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kematian Ternak Meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan: Tidak Semua Kena Antraks

57 tahun lalu

Cegah Penyebaran Antraks, Pemkab Gunungkidul Beri Vaksin dan Antibiotik 11.616 Ternak

57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal