Kenapa Orang Jawa Tidak Punya Marga? Ternyata Alasannya Begini

Inas Rifqia Lainufar
Kenapa orang Jawa tidak punya marga? Ilustrasi orang Jawa (Foto: Wahyu Widi/Pexels)

Marga membuat nama orang Jawa menjadi panjang dan ‘terbebani’

Orang Jawa percaya dengan istilah ‘kabotan jeneng’ atau terbebani dengan nama yang berat. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang mempunyai nama yang panjang atau nama marga di belakang namanya.

Ketika orang Jawa merasa terbebani dengan namanya yang ‘berat’ tersebut, maka orang itu dipercaya akan tertekan dalam menjalani hidup. Hal itu terjadi lantaran orang yang dimaksud bisa saja tidak dapat berperilaku sesuai dengan makna dalam namanya.

Alih-alih menggunakan nama yang panjang atau nama marga, orang Jawa pada zaman dahulu lebih suka dengan nama yang terdiri dari satu kata. Maka dari itu, nama-nama seperti Joko, Sri, Juminten, dan Mulyono cukup populer digunakan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Marga di Maluku, Sejarah dan Identitas Sosial

57 tahun lalu

Erick Thohir Dapat Marga Zebua dari Tetua Adat Nias, Ini Tugas yang Menanti

57 tahun lalu

5 Marga Terbesar di Papua, Paling Banyak Kogoya Disusul Wenda

57 tahun lalu

Kenapa Orang Jawa Tidak Memakai Nama Keluarga seperti Orang Batak? Ternyata Ini Alasannya

57 tahun lalu

Tekuak Marga Suku Batak Menentukan Status Sosial Seseorang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal