Dalam proses pengujian mereka menggunakan uji tarik dengan mesin khusus. Sementara uji balistik melibatkan aparat Brimob Polda jateng. Uji tembak dilakukan pada jarak 25 dan 15 meter menggunakan pistol glock kaliber 9 milimeter.
Para siswa ini akan terus melanjutkan penelitian untuk mendapatkan komposisi yang tepat dalam pembuatan rompi antipeluru. Namun, sebelumnya, penelitian tersebut juga berhasil menyabet juara dua dalam kompetisi penelitian siswa Indonesia.