Menurutnya, dari 600 surat tersebut memberikan harapan bahwa mahasiswa dan pelajar nantinya yang akan menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia.
“Jadi walau dalam kondisi apapun seperti pandemi , Indonesia sedang mengalami tantangan yang banyak tapi itu tidak menghalangi, sesuai yang dilakukan,” ujarnya.
Sementara, Ketum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka mengatakan Leprid mengapresiasi pembuatan buku 600 surat untuk Indonesia yang dibuat pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia.
“Tentunya ini menginspirasi bagi kita semua, kepedulian dari teman-teman semua dalam bidang pendidikan Indonesia,” kata Paulus. “Ini merupakan cara terbaik dalam rangka untuk menyampaikan pendapat kepada negara dengan melalui surat. Tapi ini cara yang edukatif yaitu menulis surat untuk Republik,’ ujarnya.