Kisah Pekerja di Balik Perbaikan Jalan Provinsi, Siaga 24 Jam hingga Tak Kenal Istilah Libur

Ahmad Antoni
Aktivitas pekerja dalam perbaikan jalan di wilayah Jawa Tengah. (IST)

"Iya, kalau sakit tetap bekerja memantau jalan dengan naik angkutan umum. Seperti saat ini, tangan saya keseleo dan tidak bisa mengendarai motor sendiri," ujarnya.

Di dalam bus, pandangannya mengamati detail setiap ruas jalan yang dilintasinya. Jika menemukan kerusakan, ia langsung turun untuk memotret dan memberikan tanda pakai cat pilox, untuk kemudian dilaporkan. Setelah itu, Pak Sar naik angkutan dan kembali menyusuri jalan.

"Saya sudah sembilan tahun bekerja seperti ini. Bagi saya kenyamanan dan keselamatan warga di jalan adalah tanggung jawab utama pekerjaan ini," katanya.

Begitu pula dengan cerita Setyo Purwanto (37), seorang kelompok masyarakat miskin sehat bina marga (Pokmas Bima) Provinsi Jawa Tengah. Pekerjaannya sangat lekat dengan aspal. 

"Setiap hari mengaspal jalan, apalagi waktu ada banyaknya laporan jalan rusak dan menjelang Ramadan dan mudik," terangnya. Menurutnya, pekerjaan memperbaiki jalan bukan soal seberapa gaji yang diterima, melainkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rugi Rp26 Juta, Sopir Pikap Terguling di Purbalingga Minta Warga Kembalikan Telur Jarahan

57 tahun lalu

Kekeringan Landa 4 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Warga Cilacap Hilang Misterius di Hutan Nambo Girang, Tim SAR Turun Tangan

57 tahun lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Cerita Nenek Tukang Parkir di Brebes Gagalkan Rampok Pecah Kaca Hendak Ambil Uang Rp3,6 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal