Kisah Sugiarno Nyaris Ditembak dan Dipenggal Tentara Jepang saat Pertempuran 5 Hari Semarang

Ahmad Antoni
Sugiarno (kanan) bercerita pengalamannya nyaris ditembak dan dipenggal tentara Jepang kepada seorang mahasiswi asing. (foto: Istimewa)

Karena kesal maka mereka melakukan aksi pelucutan pada setiap orang Jepang yang melintas. Bahkan banyak rombongan karyawan Jepang yang pulang dari Kendal masuk ke Semarang langsung ditawan dan dimasukkan ke penjara Bulu, Mlaten dan ditawan di asrama pelayaran.

Puncaknya, ada seorang pemuda saat itu bernama Sayuto bekas Pembela Tanah Air (PETA) mendirikan Kelompok Jagal Jepang beranggotakan 20 orang yang juga dilengkapi dengan samurai. Kelompok ini lah yang melakukan aksi-aksi pembalasan dengan melakukan pembunuhan terhadap Jepang di Kantor Papak, Penjara Mlaten dan Sobokarti.

Pertempuran Jepang melawan para pemuda yang didalamnya terdapat Badan Keamanan Rakyat (BKR), Polisi Istimewa, Laskar Hisbulah dan Angkatan Muda tak terelakkan. Selama 5 hari Kota Semarang membawa dan riuh akan rentetan tembakan dan dentuman meriam. 

Jepang pun mulai terdesak, dari arah Timur sudah banyak masuk pasukan yang dipimpin Shodanco Munadi (akhirnya jadi Gubernur Jateng) yang hendak mengadakan Serangan Umum, serta dari Selatan sudah ada pasukan GPH Djatikusumo yang sudah bersiap menyerbu kota dari Ungaran.

Sementara itu, pada Kamis (18/10/1945) Mayor Kido atas perintah Jenderal Nakamura meminta Mr Wongsonegoro untuk menemui pasukan GPH Djatikusumo dan menarik mundur pasukannya.

Jepang akhirnya meminta genjatan senjata, meski pasca peristiwa itu masih terjadi aksi kekerasan sampai pada akhirnya tentara sekutu tiba melalui Pelabuhan Semarang.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purwakarta Geger! Pemuda Misterius Ditemukan Tewas dengan Tubuh Penuh Luka

57 tahun lalu

Tepergok, Pencuri Sawit di Pelalawan Tewas Ditembak Penjaga Peron Pakai Senapan Angin

57 tahun lalu

Demo di Semarang, Mahasiswa Blokade Jalan dan Ajak Pengendara Bunyikan Klakson

57 tahun lalu

Pemuda di Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tua gegara Tak Diberi Uang Merantau

57 tahun lalu

Bentrok Berdarah di Perkebunan Sawit Asahan, 2 Karyawan Tertembak di Kepala

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal