“Bila tidak terkena lalu mengkonsumsi maka efeknya tidak kecil seperti gangguan penglihatan, dan terjadinya abnormalitas pada jantung,” ujarnya.
Zullies juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbun obat tersebut. Namun untuk mencegah virus corona dengan tetap menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem imunitas daya tahan tubuh. Caranya dengan menjaga kebersihan dan berolahraga secara teratur di rumah. Selain itu mengonsumsi makanan dan vitamin, dan melakukan olahraga.
”Sering cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak dan jangan stres. Tetap waspada tapi tidak panik,” ujarnya.
Terkait jahe merah, Zullies mengaku belum bisa dibuktikan keefektifannya untuk menangkal virus corona. Menurut dia, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan khasiat jahe merah sebagai penangkal Covid-19.
“Efektif atau tidaknya belum bisa dibuktikan karena penyakitnya saja baru berlangsung. Jadi, Khusus untuk jahe merah masih dalam penelitian. Untuk efektif atau tidaknya harus dicoba dulu,” katanya.
Diketahui, pemerintah memesan dua macam obat untuk Covid-19, yaitu klorokuin dan favipiravir (Avigan). Klorokuin awalnya adalah obat antimalaria yang kemudian digunakan juga sebagai imunosupresan pada pasien dengan penyakit autoimun, seperti lupus atau artritis rematoid. Belakangan, klorokuin juga disebut memiliki efek antiviral, dan bahkan dipakai untuk mengatasi Covid-19 di China.