“Sebagian bertanya gejala, pencegahan, apa yang harus dilakukan ketika habis bepergian tindak lanjutnya seperti apa. Tidak sedikit yang cemas dan panik karena merasa ada gejala,” ucapnya.
Layanan ini didukung 600 mahasiswa dan alumni yang mendaftar sebagai relawan call center Covid-19 UGM. Mereka telah dibekali dengan pelatihan sesuai bidang yang dikerjakan. Mereka berasal dari jurusan kedokteran, keperawatan hingga kesehatan non medis seperti farmasi, gizi, dan kedokteran gigi, serta psikologi.
“Kita juga ada relawan untuk konsultasi psikologi,” katanya.
Sementara untuk koordinasi antar relawan dilakukan secara daring. Hal itu dilakukan sesuai arahan untuk melakukan phsyical distancing. Sedangkan pertemuan secara langsung hanya dilakukan ketika penyerahan handphone dan nomor.