Mengenal Kopi Belanda di Pekalongan, Warisan Nenek Moyang Sejak Zaman Penjajahan

Suryono Sukarno
Kopi Belanda yang tubuh di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Foto: iNews TV/Suryono Sukarno.

Dari sejarahnya, zaman dahulu warga mengambil bibit kopi dari para penjajah yang mendirikan pabrik di sekitar desa. Kemudian bibit kopi ditanam di sembarang tempat yang keberadaannya hingga sekarang. 

Dirinya menjual kopi sesuai pesanan dari luar daerah, seperti Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Penjualannya dibantu Yayasan Swara Owa yang juga sebagai mentor pengolahan kopi. 

Untuk menikmati Kopi Belanda, Ridholah biasa menjualnya dengan harga Rp20.000 per 100 gram. Dia berharap ada campur tangan pemerintah agar pemasaran Kopi Belanda dapat lebih luas. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
30 hari lalu

Pegawai SPPG Tersesat di Hutan Petungkriyono Pekalongan, Ditemukan usai Telepon Call Centre Polri

2 bulan lalu

Viral! Karnaval Maulid Nabi di Pekalongan, Adegan Kepala Kambing Disebut Mirip Pemujaan Setan

2 bulan lalu

Viral Video Mesum Diduga Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Keduanya Disanksi

2 bulan lalu

Lansia di Pekalongan Tak Lagi Dapat Bansos karena Terindikasi Judol, Padahal Tak Punya HP

3 bulan lalu

Demo Harga Telur Anjlok, Peternak di Pekalongan Bagikan Ayam Gratis ke Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal