Mengenang Rumah Budaya Kratonan, Ada Ruang Sejarah Revolusi Kota Solo

Ary Wahyu Wibowo
Gibran Rakabuming Raka mendapat penjelasan dari pemilik galeri Krisnina Maharani Akbar Tandjung di Rumah Budaya Kratonan, Minggu (29/11/2020). (Sindonews, Ary Wahyu Wibowo)

Dia sangat menyukai sejarah dan melihat Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa dan harus dipelihara. Sehingga sejarah dan kebudayaan harus dikenalkan dan menjadi kurikulum modul di sekolah. Dalam galeri sejarah Surakarta, dibagi menjadi enam ruangan.

Pertama adalah sajian umum ketika persentuhan dengan VOC hingga revolusi. “Pada tembok ini kami bagi tiga shaf, di atas sejarah Solo, di tengah sejarah nasional, dan di bawah sejarah dunia. Sejarah itu tidak berdiri sendiri,” ujarnya.

Dalam galeri, diceritakan setiap 100 tahun ternyata terdapat perubahan. Dalam galeri juga menampilkan ruang revolusi. “Ruang revolusi itu penting sekali karena ternyata sumbunya di Solo,” kata Nina.

Dirinya mengerjakan galeri sejarah Surakarta karena prihatin dengan suasana Kota Solo tahun 2000 lalu ketika Keraton Solo terjadi konflik hingga saat ini. Bahkan dirinya sampai membuat tesis atau buku yang datanya dari Den Haag, Belanda dan internet.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
3 hari lalu

Viral Mobil Listrik Diduga Halangi Ambulans Bawa Pasien Kritis di Solo, Pengemudi Ditilang

15 hari lalu

Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Sempat Tegang dengan Relawan!

15 hari lalu

Wapres Gibran Tinjau Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla Palangka Raya, Siswa Tetap Belajar

23 hari lalu

Kecelakaan Mobil Crane Diduga Rem Blong Tabrak 4 Motor di Solo, 6 Orang Luka-Luka

30 hari lalu

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pengamat Sebut Kehadiran Pemerintah Sangat Krusial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal