Mengintip Desa Wisata Kandri Pascapandemi, Sempat Sepi Kini Ramai Dikunjungi Wisatawan

Antara
Kegiatan tradisi Nyadran Sendang di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Kota Semarang belum lama ini. (foto: Ahmad Antoni)

"Kalau sekarang sudah lebih modern, kita sekarang sudah ada gamelan sendiri. Kalau dulu awalnya, tahun 2018 itu musiknya masih pake gong sama 'kemanak'," ujarnya.

Melalui Desa Wisata Kandri, masyarakat mampu berinovasi dengan membuat produk UKM yang menjual berbagai jenis makanan, dan berinovasi dengan mengelola bahan-bahan pokok yang berasal dari desa mereka, seperti susu, singkong, dan ikan.

Selain melalui UKM, masyarakat desa juga banyak yang diberdayakan menjadi pemandu wisata lokal, terutama anak-anak muda yang belum bekerja.

"Kami narik anak-anak muda yang masih nganggur biar jadi instruktur wisatawan. Ikutin anak-anak di belakang dan mengarahkan mereka ke lokasi wisata," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Status Siaga Gunung Anak Krakatau Tak Halangi Wisata, Pulau Sebesi Tetap Ramai Pengunjung

57 tahun lalu

Ledakan Mesin di Pabrik Herbal Semarang, 1 Pekerja Tewas 7 Luka Bakar

57 tahun lalu

2 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Pasput Lebak, 1 Orang Masih Hilang

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Hari Ini, Kolom Abu 900 Meter di Atas Puncak

57 tahun lalu

Viral Siswa SMP di Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal