Minim Posko Kesehatan, Korban Banjir di Grobogan Terpaksa Beli Obat Sendiri

Rustaman Nusantara
Korban banjir di Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan yang bertahan di rumah. Foto: iNews TV/Rustaman Nusantara.

Dampaknya, banyak warga terserang penyakit gatal-gatal di bagian kaki dan tangan. Mereka harus membeli obat gatal sediri karena belum tersentuh tim medis. 

"Sudah seminggu gatal-gatal, selama tidak diobati rasa gatal terus menjalar ke seluruh kulit," kata salah satu korban banjir, Kasni. 

Warga meminta pemerintah segera mendirikan posko banjir dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga. Mereka sampai kini masih bertahan di rumah dan tidur di atas banjir.

Banjir juga membuat aktivitas sekolah terhenti. Seperti di SDN 3 Lemahputih, seluruh siswa diliburkan hingga waktu tidak bisa ditentukan karena seluruh ruang kelas dan guru terendam banjir. 

Banjir juga merendam tanaman padi yang baru ditanam maupun yang siap panen. Akibatnya, tanaman padi menjadi puso dan gagal panen. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

Antre Kupon Daging Kurban di Masjid Simpang Lima Purwodadi, Ribuan Warga Saling Dorong

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal